Investigasimabes.com l Tanimbar -- Dalam perjalanan sejarah sosial dan budaya Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terdapat sejumlah tokoh yang dikenang karena pengabdian dan kedekatannya dengan masyarakat. Salah satu nama yang hingga kini masih membekas di hati sebagian masyarakat adalah Letkol Inf. Hendra Suryaningrat, S.Sos., yang saat lalu menjabat sebagai Komandan Kodim 1507/Saumlaki dikenal aktif membangun komunikasi, menjaga stabilitas keamanan, serta menjalin hubungan yang erat dengan masyarakat adat di Bumi Duan Lolat.
Atas dedikasi dan pengabdiannya tersebut, Hendra Suryaningrat memperoleh penghormatan adat yang istimewa. Ia dikukuhkan secara resmi sebagai Putera Tanimbar dan dianugerahi nama adat Alelyaman Refwalu, sebuah gelar yang diberikan melalui mekanisme adat masyarakat Tanimbar sebagai bentuk penerimaan dan penghargaan terhadap sosok yang dinilai memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, hal ini jarang dan hampir tidak pernah dilakukan, sebab Hendra bukan asli Tanimbar namun bisa diangkat menjadi putera Bumi Dual Lolat sebagai penghormatan dari tua-tua adat dan leluhur Tanimbar.
PENGUKUHAN YANG MELAMPAUI JABATAN
Dalam tradisi masyarakat Tanimbar, pengukuhan adat bukan sekadar seremoni dan simbolis saja, namun Prosesi tersebut mencerminkan pengakuan sosial dan budaya yang menempatkan seseorang sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat.Berdasarkan sejumlah catatan dan kesaksian tokoh masyarakat, nama Alelyaman memiliki makna yang erat dengan sosok pelindung, pengayom, serta figur kebapakaan yang hadir untuk menjaga dan merangkul masyarakat. Sementara nama keluarga adat Refwalu menjadi simbol keterikatan dirinya dengan rumpun keluarga adat yang menerimanya sebagai bagian dari komunitas Tanimbar.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim