INDONESIA TANA PUSAKA: RAKYAT MENANGIS DI TENGAH DUKA. Ketika Tanah Air Hanya Menjadi Sebutan, Rakyat Justru Berjuang Mempertahankan Tanah Leluhur

INDONESIA TANA PUSAKA: RAKYAT MENANGIS DI TENGAH DUKA.    Ketika Tanah Air Hanya Menjadi Sebutan, Rakyat Justru Berjuang Mempertahankan Tanah Leluhur
INDONESIA TANA PUSAKA: RAKYAT MENANGIS DI TENGAH DUKA. Ketika Tanah Air Hanya Menjadi Sebutan, Rakyat Justru Berjuang Mempertahankan Tanah Leluhur

Karena itu, ketika masyarakat menangis mempertahankan tanah leluhurnya, negara seharusnya tidak hanya mendengar tangis tersebut tetapi negara harus mencari tahu mengapa mereka menangis. Apakah karena tidak mendapatkan informasi?

Apakah karena merasa haknya belum terpenuhi?

Apakah karena tidak dilibatkan?

Atau karena ada persoalan lain yang belum mendapatkan penyelesaian?

Jawabannya harus dicari melalui fakta, dokumen, dialog dan mekanisme hukum karena

keadilan tidak boleh hanya menjadi slogan.

Pusaka akan kehilangan maknanya apabila generasi pewarisnya justru harus berjuang dan menangis untuk mempertahankan tanah leluhurnya sendiri. Pembangunan yang sesungguhnya bukanlah pembangunan yang hanya meninggalkan angka investasi, gedung, jalan dan proyek besar namun pembangunan yang sesungguhnya adalah pembangunan yang membuat rakyat merasa dihargai, dilindungi dan ikut menikmati hasil dari tanah airnya sendiri.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan

Berita Terkait
Terkini