Beliau tercatat aktif sebagai Advokat serta Pembina dan Penasihat pada sejumlah organisasi nasional. Pengalaman tersebut memperluas jejaring dan perspektif beliau dalam memahami persoalan masyarakat, dunia profesi, organisasi, dunia usaha dan berbagai elemen masyarakat sipil.
Posisi tersebut sekaligus memberikan pengalaman dalam melakukan komunikasi, membangun konsensus dan menyelesaikan persoalan melalui pendekatan musyawarah.
Kemampuan tersebut sangat diperlukan dalam kepemimpinan Kejaksaan Agung karena institusi penegak hukum tidak bekerja dalam ruang hampa. Kejaksaan harus mampu membangun koordinasi yang sehat dengan Kepolisian, Mahkamah Agung, Kementerian/Lembaga, lembaga pengawasan, dunia usaha, organisasi profesi, akademisi dan masyarakat.
Jaksa Agung Harus Berdiri di Atas Kepentingan KelompokPemilihan Jaksa Agung seyogianya ditempatkan sebagai proses mencari figur terbaik untuk kepentingan negara, bukan sebagai arena distribusi kepentingan kelompok.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim