Karena itu, berbagai bentuk titip-menitip, pengondisian, konflik kepentingan maupun kompetisi yang mengutamakan kedekatan personal semestinya tidak menjadi dasar dalam menentukan siapa yang akan memimpin Kejaksaan Agung.
Yang harus dikedepankan adalah rekam jejak, kompetensi, integritas, keberanian, kapasitas kepemimpinan dan kemampuan menjaga independensi penegakan hukum.
Dalam konteks tersebut, Nazali Lempo memiliki sejumlah pengalaman yang relevan untuk menjadi bahan pertimbangan.
Beliau memahami institusi negara dari dalam.Beliau memahami penegakan hukum.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim