GTI bahkan menyatakan kesiapannya untuk melakukan debat terbuka dengan pihak LSM Rako, apabila diperlukan, dengan menghadirkan pihak terkait dan disaksikan publik.
“Kami siap debat terbuka. Silakan bawa data, dokumen dan dasar argumentasinya. Kami juga akan membawa data yang kami miliki. Tidak perlu bermain opini. Publik berhak mengetahui siapa yang berbicara berdasarkan fakta dan siapa yang hanya membangun narasi,” ujar Fikri.
GTI menegaskan bahwa fungsi LSM sebagai social control bukanlah menjadi corong pemerintah maupun menjadi oposisi tanpa dasar. LSM harus berdiri di tengah kepentingan masyarakat dan berani memberikan apresiasi ketika pemerintah bekerja benar, sekaligus berani memberikan kritik ketika ditemukan persoalan yang patut dipertanyakan.
“Kami tidak mencari pujian dari pejabat. Kami juga tidak membutuhkan perlindungan dari siapa pun. Kalau memang ada kekeliruan dari pihak pemerintah, kami kritik. Kalau ada kebijakan yang benar dan berpihak kepada masyarakat, kami apresiasi. Itu prinsip independensi,” tegasnya.GTI juga mengingatkan agar setiap organisasi masyarakat sipil menjaga etika dalam menyampaikan pernyataan publik. Kritik boleh keras, tetapi harus tetap dapat dipertanggungjawabkan secara hukum dan moral.
Editor : RedakturSumber : Team