Fokus diarahkan pula ke SMP Negeri 6 Pariaman yang memerlukan perbaikan atap, serta SD Negeri 04 Batang Tajongkek. “Kondisi bangunan langsung berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan proses belajar. Lingkungan yang aman adalah dasar pendidikan yang baik,” tegasnya.
Pembenahan fisik ini bukan sekadar bangunan — ia adalah bentuk penghormatan terhadap kenyamanan anak-anak yang menuntut ilmu setiap hari.
Ketiga: Pemetaan Minat & Bakat Siswa
Bersama Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Muhajir melaksanakan pemetaan minat dan bakat siswa di Kecamatan Pariaman Timur dan Pariaman Selatan.
“Potensi anak tidak hanya di bidang akademik. Ada yang unggul di olahraga, seni, kepemimpinan, teknologi, dan lainnya. Pemetaan ini membantu sekolah, orang tua, dan pemerintah mengarahkan pengembangan diri setiap anak,” jelasnya.Pendidikan, menurut Muhajir, adalah proses membangun manusia seutuhnya — bukan hanya membangun gedung. Ketiga langkah ini diyakini menjadi fondasi kuat bagi masa depan generasi Pariaman. (NT)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim