«“Pertanyaannya sederhana: kalau Benteng Oranje dikelola secara profesional, berapa wisatawan yang bisa datang dan berapa potensi penerimaan yang bisa masuk ke daerah? Ini harus dihitung berdasarkan data,” ujar Hasnin.»
Ia mengatakan potensi penerimaan tidak boleh sekadar menjadi asumsi.
«“Harus ada kajian. Misalnya potensi kunjungan, biaya operasional, biaya pemeliharaan, kebutuhan investasi dan mekanisme retribusi yang sesuai dengan aturan. Dari situ baru bisa diketahui apakah secara ekonomi model kerja sama tersebut layak,” katanya.»
Hasnin juga mengingatkan bahwa target PAD tidak boleh menjadi alasan untuk mengorbankan aspek sejarah.«“Benteng Oranje bukan mal. Ini aset sejarah. Karena itu kalau dikembangkan, nilai sejarahnya justru harus menjadi daya tarik utama. Jangan sampai aspek komersial menghilangkan identitas kawasan,” tegasnya.»
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim