Benteng Oranje di Persimpangan: Alumni Smansa 94 Dorong Pihak Ketiga, Pemkot Diminta Hitung Potensi PAD

Benteng Oranje di Persimpangan: Alumni Smansa 94 Dorong Pihak Ketiga, Pemkot Diminta Hitung Potensi PAD
Benteng Oranje di Persimpangan: Alumni Smansa 94 Dorong Pihak Ketiga, Pemkot Diminta Hitung Potensi PAD

Siapa yang mengelola? Berapa biaya pemeliharaan? Bagaimana standar pelestarian? Bagaimana masyarakat mendapatkan manfaat? Bagaimana mekanisme penerimaan daerah? Berapa kontribusi pihak ketiga? Dan bagaimana pemerintah mengawasi kerja sama tersebut?

Pertanyaan-pertanyaan itu dinilai penting sebelum pemerintah menentukan kebijakan.

Sebab, menurut mereka, Benteng Oranje memiliki dua kepentingan yang harus berjalan bersamaan: kepentingan pelestarian sejarah dan kepentingan pembangunan ekonomi daerah.

Karena itu, wacana keterlibatan pihak ketiga bukan sekadar persoalan menyerahkan pengelolaan, melainkan mencari model kemitraan yang dapat membuat aset sejarah tersebut lebih terawat, lebih produktif dan lebih bermanfaat.

“Jangan sampai kita punya aset sejarah yang luar biasa, tetapi potensinya tidak pernah dihitung dan pengelolaannya tidak berkembang. Pemerintah perlu membuka ruang kajian dan melihat semua opsi secara objektif,” demikian pandangan keempat alumni Smansa 94.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim
Bagikan

Berita Terkait
Terkini