InvestigasiMabes.com | Jepara - Operasi gabungan terpadu Direktorat PPLHK Jawa, bali, nusatenggara ( Gakkum LHK ) dibeck - up pengamanan puluan TNI, Polri Satuan PP setempat penertiban sejumplah tambak udang di Karimunjawa Jepara Jawa Tengah yang dilaksanakan selama 3 hari mulai Kamis 2 November sampai Sabtu 4 November 2023.
Operasi gabungan terpadu kali pertama, satgas Direktorat PPLHK ( Gakkum )
menyasar dan mengruduk dengan pasukan kawalan bekingan TNI -Polri dan menyasar ketambak udang milik Kasturin yang berada di Dukuh Nyamplungan RT 02/05 Desa Karimunjawa.
Di tambak milik Kasturi, satgas Direktorat PPLHK ( Gakkum ) sempat cekcok mulut dengan petani tambak, Mira dan Siti Khodijah dan lainnya melawan kedatangan rombongan yang di beck up puluhan TNI Polri dan Satuan PP dalam pemgamanan tersebut, dengan pengerahan pasukan,satgas Gakkum berhasil memotong pipa Inlate didalam kawasan Balai Taman Nasional ( BTN ) Karimunjawa, milik pria asli kelahiran Rembang, kemudian dilanjutkan pemotongan pipa Inlate ke tambak udang diantaranya milik Supriyaningsih,Faisol,Endang,Ali mu,arif,Umar,Sofii,serta yang lainnya selama tiga hari beroprasi.
Hari Jumat 3 November 2023 pukul 9.30 satgas Gakkum dari Direktorat PPLHK
menggeruduk tambak serta memasangi papan nama Himbauan dan larangan dari Gakkum LHK undang - undnag no. 5 tahun 1999.Di tempat tambak milik Sutrisno, petugas gakkum hanya 2 menit saja beragumen tanya jawab dan petugas gakkum tampak gelagapan menghadapi pentolan kepala suku tambak udang asal kelahiran Rembang."Satgas Gakkum LHK Dihadang Palang Pintu Oleh mak - mak Warga setempat "Gakkum (penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan),sempat diwarnai demo sekelompok perempuan istri dari pekerja tambak udang yang berjumlah 20 pekerja tambak .Bahkan Rikan warga Dukuh Mrican ,Desa Kemojan tidak terima dan menghadang jalan dengan cara memasang palang pintu jalan rombongan gakkum yang hendak menertibkan pipa inlet tambak udang di di dalam kawasan BTN wilayah Desa Kemojan.
" Ia aduargumen bahwa ini jalan yang dilalui adalah tanah kami,bagi warga lain yang bukan warga Mrican Desa Kemojan wajib ijin kepada kami, apalagi ada pihak pihak yang mau menutup tambak udang sebagai mata pencaharian kami, otomatis tidak kami tidak mengijinkan untuk lewat harus lapor RT lebih dulu, sebab ini wilayah kami ",tegas ketua RT 1/4 Dukuh Mrican.
"Tambak Udang Sudah Ada Sejak 1985 Musim Barat Tambak Adalah Harapan Nelayan "
Siti salah satu warga yang demo kepada tim Gakkum LHK mengatakan. "saya sebenarnya bukan pemilik tambak, dan bukan pekerja tetap di tambak, suami kami ini nelayan, pekerjaannya cari ikan di laut,"terangnya.
Editor : Investigasi Mabes