Dan hal ketiga, Kapolda Jatim menyatakan bahwa Polda Jawa Timur terus berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dan menjalin komunikasi pada seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas kamtibmas.
"Kami menitip diri, mohon anak-anak kami yang ada di wilayah kabupaten/kota diintensifkan kerjasama. Apa kira-kira yang bisa digagas bersama untuk kebaikan lingkungan dan masyarakat Jawa Timur," pungkas Kapolda Jatim.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Jawa Timur, KH Moch Amrodji Konawi mengatakan bahwa program yang disampaikan Kapolda Jatim selaras dengan program LDII, salah satunya terkait pemilu.
Amrodji mengutarakan rekomendasi hasil Rakernas LDII yang dilaksanakan 7-9 November lalu di Jakarta, salah satunya ialah LDII bersikap netral aktif pada kontestasi Pemilu.
"Sikap LDII netral aktif dalam Pemilu 2024. Netral artinya tidak berpihak kepada siapapun, dan kami membebaskan warga LDII untuk menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi, termasuk dalam memilih calon wakil rakyat maupun calon presiden. Dan kami melarang warga kami untuk golput," tegasnya.
Memperkuat pendapat Kapolda Jatim, Amrodji mengatakan siapapun yang sekarang ini maju dalam kontestan Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) merupakan putra terbaik bangsa."Oleh karenanya ketika nanti siapapun yang terpilih, sesuai ataupun tidak sesuai apa yang kita harapkan, sesuai ataupun tidak sesuai siapa yang menjadi jagonya, maka kita harus bisa menerima dan yakin husnudzon billah bahwa mereka adalah yang dipilihkan oleh Allah SWT untuk bangsa ini," tandasnya.
Ia berharap masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan berita bohong (hoax) dan hindari kampanye hitam (black campaign).
Masyarakat bebas memilih, namun jangan sampai menjelek-jelekkan atau menjatuhkan calon lainnya."Kita harus tahu persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang dibangun sejak 1928 hingga gaungnya sampai sekarang, jangan sampai bangsa ini rusak hanya karena kegiatan lima tahunan," pungkas dia. (Red)
Editor : Investigasi Mabes