Selain menyoroti dugaan kekerasan aparat, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan lain yang bersifat nasional. Di antaranya, mendesak reformasi Undang-Undang Polri, pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri, serta pengusutan terhadap perwira tinggi Polri yang diduga membekingi praktik pertambangan ilegal dan penyelundupan narkoba di wilayah Maluku Utara.
Aksi demonstrasi tersebut sempat memicu perhatian publik karena dianggap mencerminkan kekecewaan mahasiswa terhadap kinerja aparat penegak hukum. Para mahasiswa menegaskan tidak akan tinggal diam apabila tuntutan mereka diabaikan.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika Kapolres Halsel tidak segera dicopot, BADKO HMI Malut akan menginstruksikan seluruh cabang HMI di Maluku Utara untuk turun ke jalan dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Akbar.
Situasi pasca-aksi masih menyisakan ketegangan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pemukulan terhadap Ketua KOHATI BADKO HMI Maluku Utara.InvestigasiMabes.com(Tim)
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim