Akibat dari Imbas kejadian demo anarkisme yang terjadi dari tgl 25 Agustus lalu sangat lah berpengaruh terhadap aktivitas perekonomian , banyak pemilik toko toko yang menutup usaha nya, terutama yang ada di pinggir jalan - jalan raya, pasar - pasar yang sepi pembeli , karena adanya rasa was - was kepada para masyarakat yang akan pergi ke pasar untuk berbelanja sebagai mana biasanya.
" Kami masyarakat kecil sudah cukup pailit , sekarang di tambah lagi dengan demontrasi anarkis ( ia berbicara dalam bahasa Sunda ) mau gimana saya, apapun yang terjadi tetap orang kecil seperti saya ini yang kena. " ucap Wikanda ( 62 th) pedagang kaki lima di area terminal Banjaran.
Saya mah mohon kepada para kawan kawan yg demo, sudah cukup jangan pake pengrusakan, itu rakyat yg bayar , yang bangun dari hasil bayar pajak , kalau memang berjuang untuk rakyat jangan di rusak atuh fasilitas yang di bangun dari hasil keringat rakyat. " ucap H. Edi ( 57 TH) Pemilik toko kelontongan.
Kejadian - kejadian demo anarkisme yang di lakukan oleh para oknum yang menyusuf untuk mempoprokasi rakyat, dan pihak - pihak yang punya kepentingan tertentu yang memanfaatkan situasi, adalah suatu hal yang bisa menjadi suatu pembelajaran untuk kita semua.Dalam waktu ke depan nya masyarakat lebih teliti untuk memilih para calon pemimpin & para wakil nya di legislatif , tidak menjual suara kepercayaan dengan sejumlah uang, sembako atau pun hal yang lain nya , kalimat ini terucap dari beberapa masyarakat yang ingin menyerukan kepada masyarakat yang lain nya untuk merubah pola pikir untuk menuju perubahan ke yang lebih baik khusus untuk kecamatan Banjaran, Kabupaten bandung provinsi Jawa barat.., Yang pada akhir nya untuk Negeri tercinta Republik Indonesia ini
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim