"GRANAT" Perang Melawan Narkoba Adalah Perang Untuk Kemanusiaan

"GRANAT" Perang Melawan Narkoba Adalah Perang Untuk Kemanusiaan
"GRANAT" Perang Melawan Narkoba Adalah Perang Untuk Kemanusiaan

Namun demikian, pidato tersebut tidak berhenti pada seruan penindakan semata. Di balik ketegasannya, tersimpan empati mendalam terhadap para korban narkoba dan keluarga yang terdampak. Gindha menekankan bahwa pencegahan adalah kunci utama, dan benteng terkuat itu bernama keluarga, sekolah, serta lingkungan masyarakat. “Sekali terjerumus, sangat sulit keluar. Maka cegah sebelum terlambat,” pesannya.

Pengukuhan 30 Penyuluh Remaja Sebaya ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda tidak hanya menjadi objek perlindungan, tetapi juga subjek utama dalam perang melawan narkoba. Para penyuluh diharapkan menjadi garda terdepan di lingkungan sekolah dan pergaulan sebaya, menyebarkan kesadaran, keberanian menolak, serta gaya hidup sehat tanpa narkoba.

Di era digital, pesan Gindha Ansori Wayka melampaui ruang dan waktu. Viral di berbagai platform media sosial, pidatonya membuktikan bahwa satu suara tegas mampu membangunkan ribuan hati nurani. Ia mengajak seluruh pihak—orang tua, pendidik, pemuda, aparat, dan pemerintah—untuk berdiri di barisan yang sama.

“Ini perang untuk kemanusiaan,Setiap nyawa yang terselamatkan dari narkoba,arena pada akhirnya, menyelamatkan satu jiwa dari narkoba berarti menyelamatkan satu harapan bagi Indonesia"tutupnya(Syarif).

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini