Mahyeldi juga menilai IASMA Satu Landbouw memiliki posisi strategis karena berasal dari sekolah yang memiliki sejarah panjang dalam mencetak sumber daya manusia di bidang pertanian. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan dalam mendukung ketahanan pangan, pengembangan agribisnis, kewirausahaan, serta pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal di Sumbar.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga memaparkan berbagai program Pemprov Sumbar dalam meningkatkan mutu pendidikan, di antaranya penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, pengembangan Sekolah Aman Bencana, perluasan akses pendidikan, hingga program Guru Wali untuk mendampingi siswa dalam membangun karakter dan potensinya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah dan satuan pendidikan. Perlu peran orang tua dan lingkungan.
“Pendidikan adalah gerakan bersama. Ketika pemerintah, sekolah, keluarga, masyarakat, termasuk organisasi alumni, berjalan bersama, maka kualitas pendidikan akan meningkat secara berkelanjutan,” katanya.Menghadapi era transformasi digital dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI), Mahyeldi mengingatkan bahwa teknologi hanya berperan sebagai alat bantu. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tetap ditentukan oleh kualitas guru, kepemimpinan sekolah, dukungan keluarga, serta keteladanan para alumni.
Editor : RedakturSumber : Team