Ia menjelaskan, sistem pendidikan berasrama dipilih karena mampu menumbuhkan berbagai nilai positif, seperti disiplin, religiusitas, kemandirian, kepemimpinan, semangat gotong royong, serta budaya belajar yang kuat. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya diajarkan di ruang kelas, tetapi dibangun melalui interaksi dan kebiasaan yang berlangsung setiap hari di lingkungan asrama.
Karena itu, Mahyeldi mengajak para siswi memanfaatkan kesempatan tinggal di asrama sebagai proses menempa diri menjadi pribadi yang tangguh dan siap menghadapi masa depan.
“Asrama bukanlah pembatas kebebasan. Asrama adalah kesempatan emas yang tidak semua anak Indonesia miliki untuk membentuk diri menjadi pribadi yang tangguh sejak usia muda,” tegasnya.
Kepada para orang tua, Mahyeldi meminta agar memberikan kepercayaan penuh terhadap program tersebut. Ia memastikan pemerintah bersama pihak sekolah dan para guru akan menjadi mitra sekaligus orang tua kedua yang mendampingi para siswi selama menjalani pendidikan di lingkungan asrama.Ia juga berharap para guru, komite sekolah, dan alumni SMAN 1 Bukittinggi terus memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan program tersebut. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah dan sekolah, tetapi juga oleh dukungan seluruh pemangku kepentingan.
Editor : RedakturSumber : Team