“Pemerintah juga akan mengkaji usulan penyusunan regulasi bersama DPRD dengan mempertimbangkan aspek hukum, perlindungan investasi, kepentingan petani, tenaga kerja, dan dampak ekonomi secara menyeluruh. Dinas Pertanian dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kami minta untuk meningkatkan pengawasan serta melakukan verifikasi data produksi dan distribusi bunga di lapangan.”
Pemerintah berkomitmen memperkuat pembinaan kepada petani melalui pelatihan, transfer teknologi, pendampingan budidaya, dan pengembangan screen house. Pada pelaksanaan Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo, penggunaan bunga dari petani lokal akan diprioritaskan sebagai bentuk dukungan pemasaran. Pemerintah juga mendorong petani membentuk kelembagaan atau korporasi agar lebih mudah mengakses pembiayaan, pendampingan, dan perluasan jaringan pemasaran. Perwakilan Forum Petani Bunga akan dilibatkan dalam pembahasan lanjutan terkait regulasi dan pengembangan sektor florikultura.
Menutup pertemuan, Bupati Karo menegaskan,
“Pemkab Karo tetap berpihak kepada petani sebagai sektor strategis daerah. Seluruh aspirasi yang disampaikan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas perangkat daerah bersama DPRD untuk menemukan langkah kebijakan yang tepat, dengan tetap menjaga keseimbangan antara perlindungan petani lokal dan keberlangsungan investasi di Kabupaten Karo.”Turut hadir dalam pertemuan ini perwakilan unsur Forkopimda Kapolres Karo, AKBP Pebriandi Haloho, SH. S.I.K., M.Si., Ketua DPRD Kabupaten Karo Iriani Br Tarigan, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Dr. Gelora Kurnia Putra Ginting, S.STP, MM, mewakili Anggota DPRD Kabupaten Karo, pimpinan OPD terkait serta masyarakat Forum Petani Bunga.
Editor : RedakturSumber : Team