“Kalau seseorang sudah kecanduan narkoba, otaknya akan rusak, cara berpikirnya berubah, daya ingatnya menurun, perilakunya ikut berubah. Dalam kondisi seperti itu tentu akan sulit melahirkan generasi yang mampu memimpin dan membangun bangsa di masa depan,” ujarnya.
Gubernur mengingatkan, keberhasilan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 sangat ditentukan oleh kualitas generasi muda saat ini. Oleh karena itu, penyelamatan generasi dari ancaman narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama.
“Kalau generasi muda kita rusak karena narkoba, maka harapan Indonesia Emas 2045 akan sulit terwujud. Kita membutuhkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan produktif untuk membawa bangsa ini semakin maju,” katanya.
Mahyeldi juga menyoroti berbagai tindak kriminal yang kerap dipicu oleh ketergantungan terhadap narkotika. Mulai dari pencurian, perampokan, kekerasan dalam rumah tangga, hingga tindak kekerasan terhadap anggota keluarga sendiri.“Tidak sedikit anak yang mencuri uang orang tuanya demi membeli narkoba. Bahkan ada yang melakukan tindak kekerasan dan berbagai kejahatan lainnya karena pengaruh ketergantungan narkoba. Ini ancaman nyata yang harus kita hadapi secara bersama-sama,” tegasnya.
Editor : RedakturSumber : Team