Investigasimabes.com l Kampar, Riau – Polsek Kampar Kiri terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan melalui pemantauan secara berkala terhadap perkembangan tanaman jagung di lahan ketahanan pangan yang berada di Desa Lipat Kain Selatan, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.
Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung tahap ketiga berjalan optimal, sekaligus mengantisipasi sejak dini berbagai kendala yang berpotensi memengaruhi hasil produksi saat masa panen.
Kegiatan pemantauan dilaksanakan pada Sabtu (8/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kampar Kiri Kompol RZ Siregar diwakili Bhabinkamtibmas Aipda Darmawel. Turut hadir Ketua Kelompok Tani Marianto bersama sejumlah anggota kelompok tani.
Lahan ketahanan pangan Polsek Kampar Kiri tersebut memiliki luas sekitar 0,75 hektare dan ditanami jagung dengan kebutuhan bibit sebanyak 6 kilogram. Penanaman dilakukan pada 11 Juli 2026 dan ditargetkan dapat memasuki masa panen pada September mendatang.
Menurut Kapolres Kampar AKBP Boby Sembayang melalui Kapolsek Kampar Kiri Kompol RZ Siregar, pemantauan secara berkala merupakan bagian penting dalam memastikan seluruh tahapan budidaya tanaman jagung berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
“Hari ini Polsek Kampar Kiri melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung di lahan ketahanan pangan Polsek Kampar Kiri. Lahan tersebut memiliki luas 0,75 hektare yang ditanami jagung. Penanaman dilakukan pada 11 Juli 2026 dengan jumlah bibit sebanyak 6 kilogram. Diharapkan jagung yang ditanam tersebut dapat dipanen pada September nanti,” ujar Kompol RZ Siregar.Ia menegaskan, pemantauan tidak semata-mata dilakukan untuk mengejar target produksi, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.
“Kami memahami bahwa setiap tanaman memiliki kendala dan persoalan masing-masing. Untuk itu, perlu dilakukan pengecekan secara berkala sebelum kendala tersebut berkembang menjadi permasalahan yang lebih besar. Dengan pemantauan ini, setiap kendala diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan solusinya,” jelasnya.
Menurutnya, keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya diukur dari seberapa besar hasil panen yang diperoleh, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Tanaman jagung dari lahan ketahanan pangan ini harus dipastikan terjaga dan terpelihara dengan baik demi kesejahteraan masyarakat. Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Ketika ketersediaan pangan dapat terjaga dan harga tetap terjangkau, tentunya hal tersebut akan ikut mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di tengah masyarakat,” lanjut Kapolsek.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim