Menembus Dominasi Ekstraktif, Bioetanol Maluku Utara Jangan Jadi Ekstraksi Baru

Menembus Dominasi Ekstraktif, Bioetanol Maluku Utara Jangan Jadi Ekstraksi Baru
Menembus Dominasi Ekstraktif, Bioetanol Maluku Utara Jangan Jadi Ekstraksi Baru

InvestigasiMabes.com | Ternate — Maluku Utara sedang menghadapi tantangan besar dalam membangun struktur ekonomi yang tidak terlalu bergantung pada pertambangan dan pengolahan mineral. Di tengah kuatnya dominasi sektor ekstraktif, pengembangan bioetanol berbasis pertanian mulai dilihat sebagai salah satu skenario diversifikasi ekonomi daerah.

Namun, muncul pertanyaan mendasar: apakah bioetanol benar-benar mampu membuka jalan menuju ekonomi hijau, atau justru berpotensi menciptakan bentuk ekstraksi baru melalui penguasaan lahan dan bahan baku pertanian?

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena pengembangan bioetanol tidak hanya berbicara mengenai pembangunan pabrik. Di dalamnya terdapat persoalan tata ruang, kepemilikan dan penguasaan lahan, posisi tawar petani, ketahanan pangan, lingkungan, infrastruktur, hingga siapa yang akhirnya menikmati nilai tambah ekonomi.

Gagasan tersebut dikemukakan Muhammad Hasnin, SE., M.Si., melalui kajian “Menembus Dominasi Ekstraktif: Skenario Bioetanol dan Redefinisi Industri Hijau di Maluku Utara.”

Menurut kajian tersebut, pertumbuhan Maluku Utara yang ditopang pertambangan dan pengolahan nikel memang meningkatkan nilai ekspor dan aktivitas industri. Namun, ketergantungan terhadap mineral tetap menyimpan risiko karena harga komoditas, perkembangan teknologi baterai dan kebijakan negara pembeli berada di luar kendali daerah.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini