Karena itu, keberadaan NCH menjadi salah satu bentuk komitmen Pemprov Sumbar dalam mendorong potensi lokal agar tidak berhenti pada upaya menjaga dan melestarikan warisan budaya, tetapi juga berkembang menjadi ruang kreativitas dan produktivitas masyarakat.
“Kita ingin NCH menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya dari segi budaya dan seni tradisi, tetapi juga ekonomi,” ujarnya.
Ahmad Zakri menekankan, keberhasilan NCH membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, dunia pendidikan hingga pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi yang dimiliki setiap nagari dapat dikembangkan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
NCH sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemprov Sumbar di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy. Sejak 2025 hingga 2026, sebanyak tiga belas daerah telah ditetapkan sebagai lokus pelaksanaan program NCH di Sumbar, salah satunya adalah Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam.Dukungan terhadap pelaksanaan NCH juga diberikan Pemerintah Kabupaten Agam. Asisten Pemerintahan Setdakab Agam, Yunelson, yang hadir mewakili Bupati Agam dalam kegiatan tersebut mengatakan Pemkab Agam telah menetapkan 32 masjid untuk dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan anak nagari dalam mendukung program tersebut.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim