Kawasan perkebunan dan lingkungan di sekitarnya memiliki karakteristik yang dapat memengaruhi peresapan serta aliran air. Apabila terjadi perubahan penggunaan lahan, dampaknya terhadap tata air perlu dinilai berdasarkan kondisi lapangan, jenis perubahan yang dilakukan, dan hubungan kawasan tersebut dengan sumber air yang digunakan warga.
Pertanyaan mendasarnya, apakah terdapat perubahan fungsi lahan yang berpotensi memengaruhi daerah resapan air? Apakah sumber air yang memasok Dusun Kopencungking berada dalam satu kawasan tangkapan air dengan lokasi yang dipersoalkan? Adakah hasil pemeriksaan atau kajian yang menjelaskan kondisi debit air dari waktu ke waktu?
Pertanyaan tersebut penting dijawab menggunakan data dan pemeriksaan lapangan, bukan sekadar dugaan atau asumsi.
Pihak PT Perkebunan Kalibendo juga perlu diberi ruang untuk menjelaskan kondisi pengelolaan lahannya, bentuk kegiatan yang berlangsung, serta langkah perlindungan lingkungan yang diterapkan apabila persoalan tersebut berkaitan dengan wilayah operasional perusahaan.
Terlepas dari apa pun penyebab penurunan debit air, kebutuhan mendesak warga tetap harus menjadi prioritas. Pemerintah desa dan pengelola HIPAM perlu memastikan adanya penanganan nyata, termasuk mempertimbangkan distribusi air bersih sementara bagi keluarga yang terdampak apabila gangguan belum dapat segera dipulihkan.
Keluarga dengan bayi berusia satu bulan patut mendapat perhatian khusus. Ketersediaan air bersih sangat penting untuk menunjang kebersihan perlengkapan bayi dan sanitasi rumah tangga.
Dalam jangka panjang, pemerintah desa bersama pengelola HIPAM dan instansi teknis terkait perlu mengevaluasi kondisi sumber air, memeriksa jaringan distribusi, serta mengidentifikasi faktor lingkungan yang mungkin memengaruhi ketersediaan air.Apabila ditemukan indikasi bahwa perubahan penggunaan lahan berkontribusi terhadap gangguan tata air, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan oleh instansi berwenang agar langkah penanganan didasarkan pada bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Persoalan air bersih di Dusun Kopencungking semestinya menjadi momentum untuk membuka persoalan secara menyeluruh. Warga tidak hanya membutuhkan penjelasan tentang pelayanan HIPAM yang kurang maksimal, tetapi juga kepastian mengenai penyebab turunnya debit air dan solusi agar gangguan serupa tidak terus berulang.
Dugaan alih fungsi lahan PT Perkebunan Kalibendo perlu ditelusuri secara objektif apabila terdapat indikasi keterkaitan dengan kondisi sumber air. Pada saat yang sama, tanggung jawab pengelola HIPAM dalam memastikan distribusi air dan respons pemerintah desa terhadap keluhan masyarakat tidak boleh diabaikan.
Editor : RedakturSumber : Team