Pertanyaan lain yang tidak kalah penting adalah sejauh mana pengawasan terhadap para pengusaha THM dilakukan, termasuk bagaimana tindak lanjut terhadap tempat usaha yang berulang kali menjadi sorotan dalam operasi penertiban.
Sejumlah masyarakat Kota Solok berharap Pemko Solok bersama aparat penegak hukum tidak berhenti pada kegiatan razia yang bersifat sesaat dan seremonial. Mereka menginginkan langkah konkret berupa pemeriksaan menyeluruh, penegakan aturan secara konsisten, serta pemberian sanksi terhadap pelaku usaha yang terbukti melanggar ketentuan.
Pasalnya, kerap didapati bahwa sejumlah tempat hiburan malam hanya terlihat tutup ketika razia berlangsung, sementara kembali menjalankan aktivitas seperti biasa setelah petugas meninggalkan lokasi.
Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Pemko Solok dan aparat penegak hukum. Sebab, keberhasilan penertiban tidak semata-mata diukur dari banyaknya botol miras yang berhasil diamankan, tetapi juga dari kemampuan pemerintah dan aparat memastikan pelanggaran tidak kembali terjadi.Kini, masyarakat menunggu jawaban atas satu pertanyaan penting: apakah penertiban tempat hiburan malam di Kota Solok benar-benar akan berujung pada penegakan hukum dan sanksi tegas, atau hanya menjadi agenda razia yang berulang tanpa penyelesaian?
Editor : RedakturSumber : Team