Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa persentase penduduk miskin pada September 2025 turun menjadi *8,25 persen*, atau sekitar *23,36 juta orang*. Artinya, secara statistik kemiskinan memang mengalami penurunan dan tidak tepat jika dikatakan angka kemiskinan nasional terus meningkat. Namun, jumlah lebih dari 23 juta penduduk miskin tetap menunjukkan bahwa persoalan kesejahteraan belum selesai.
Demikian pula dalam ketenagakerjaan.
BPS mencatat jumlah angkatan kerja pada Februari 2026 mencapai *154,91 juta orang*, dengan penduduk bekerja sebanyak *147,67 juta orang*. Tingkat Pengangguran Terbuka berada pada 4,68 persen, sementara rata-rata upah buruh sebesar sekitar *Rp3,29 juta per bulan*.
Angka-angka tersebut tentu memiliki sisi positif.Namun, kemerdekaan tidak boleh hanya diukur dari persentase pengangguran atau pertumbuhan ekonomi.