Kepala Bulog Saumlaki Diduga Pojokkan Wartawan, Cederai Kode Etik

Kepala Bulog Saumlaki Diduga Pojokkan Wartawan, Cederai Kode Etik
Kepala Bulog Saumlaki Diduga Pojokkan Wartawan, Cederai Kode Etik

Rasionalisasi.Parahnya lagi, keterangan RT terkait beras Bulog yang dipertanyakan kejelasannya dalam pemberitaan media ini sebelumnya sengaja dimuat terpisah dalam salah satu media cyber (berita online) oleh oknum wartawan lain.

 Terhadap fakta ini, RT sengaja menghindari proses investigasi media ini dan terkesan tidak transparan. Juga, muncul pertanyaan, apakah Bos Bulog Saumlaki ini sudah membangun relasi ekslusif dengan media online tertentu? Juga, apakah awak media cyber lain itu cukup menguasai kode etik jurnalistik?

 Sejumlah Tanya?

Mengapa beras bulog dibiarkan menumpuk di gudang sejak Senin lalu (13/11) hingga saat inj? Apakah kemiskinan ekstrim di Tanimbar tidak dilihat sebagai bencana sosial - ekonomi? Atau, apakah rentang waktu tersebut sengaja diciptakan demi memberi kesempatan kepada pengusaha besar lain? Ataukah ada faktor penyebab lain menyongsong tahun politik? 

Atas nama ribuan masyarakat miskin di Tanimbar saat ini maka kami mohon kepada Budi Waseso selaku Direktur Utama Bulog dan Musdalifah Machmud selaku Plh. Ketua Dewan Pengawas di Jakarta agar segera memberikan teguran serius kepada Ronal Tahilatu yang masih bertugas di Bumi Duan - Lolat ini. 

(Red-HY)

Editor : Investigasi Mabes
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini