Dia mengatakan bahwa pada waktu tersebut, sang korban berusaha memisahkan perkelahian yang terjadi karena salah paham dari para pengemudi mobil yang digunakan oleh para tersangka. Akibat usaha untuk meredakan perseteruan itu, korban menjadi target kekerasan mereka.
"Pencobaan korban untuk meredakan perselisihan malah menjadi target dari tindak kekerasan," katanya.
Meskipun demikian, pihak kepolisian tetap akan melanjutkan penyelidikan tentang motivasi dari para tersangka. Ketiga empat orang yang melakukan penganiayaan tersebut menyerang bagian tubuh dan kepala korban sampai cedera serius.
"Pelaku lalu lintas sangat cedera dan berbaring di jalanan," katanya.
Menyaksikan para korban yang lemah dan tidak berkutik, kawan-kawannya pun memindahkan mereka ke rumah sakit. Beberapa hari setelahnya, korban tersebut dinyatakan telah meninggalkan dunia.
Penjelasan Kakak Korban
Dua personel militer dari Korem 064/Maulana Yusuf dicurigai telah menganiaya seorang warganya sampai meninggal dunia di Serang, Banten.
Pada insiden pemukulan tersebut, diperkirakan melibatkan antara tiga sampai empat orang warga biasa.
Tindakan kekerasan yang melibatkan personel TNI beserta warga masyarakat sipil dialami oleh seorang pria berinisial Fahrul Abdilah (29), asal Serang. Kejadian ini diketahui terjadi pada hari Selasa, tanggal 15 April 2025, sekira waktu subuh di jalan Ahmad Yani, kota Serang, provinsi Banten.
Korban meninggal dunia setelah berada dalam keadaan koma selama beberapa hari di Rumah Sakit Umum Daerah Banten pada Jumat (18/4), dan jenazahnya dikuburkan di Sajira, Lebak.
Editor : Investigasi Mabes