Kapolres Kota Pariaman di Duga Lecehkan Wartawan dan Lontarkan Kata Kasar : "Ang Wartawan Bodrek" dan Berikan Ancaman

Kapolres Kota Pariaman di Duga Lecehkan Wartawan dan Lontarkan Kata Kasar : "Ang Wartawan Bodrek" dan Berikan Ancaman
Kapolres Kota Pariaman di Duga Lecehkan Wartawan dan Lontarkan Kata Kasar : "Ang Wartawan Bodrek" dan Berikan Ancaman

"Berarti wartawan bodrek ang mah. Ndak monitor perkembangan. (Berarti wartawan bodrek Anda. Tidak monitor perkembangan)," tohok Andreanaldo menghina profesi wartawan dalam percakapan via pesan WhatsApp dengan Rita Arlen.

Padahal ketika itu Rita hanya mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut untuk kebutuhan pemberitaan di medianya sebagai informasi awal terkait perkembangan kasus anak buah Andreanaldo.

"Sesuai dengan etika jurnalistik, sebelum melakukan konfirmasi saya meminta izin ke Kapolres Andreanaldo pada Rabu (13/8) siang, untuk meneruskan berita yang sudah dimuat salah satu media online, tujuannya untuk konfirmasi lebih lanjut sebelum tayang di media saya. Namun sebelum saya menyatakan ingin mengkonfirmasi, Andreanaldo malah membalas chatingan saya dengan perkataan penghinaan, sehingga saya urung untuk melanjutkan upaya konfirmasi," terang Rita Arlen di Lubuk Alung, Sabtu (16/8/25).

Senada dengan Rita Arlen, pimpinan media online Reportase Investigasi, Kabar Daerah dan Klik-Kaba, Ikhlas Darma Murya, S.Kom yang mendapat informasi perihal penghinaan profesi wartawan, mencoba menelusurinya.

Sebagai Plt Sekretaris PWI Sumbar, Ikhlas yang familiar dengan nama pena IDM ini, menanggapi dugaan penghinaan profesinya sebagai wartawan dengan melakukan konfirmasi kepada Kapolres Kota Pariaman Andreanaldo Ademi, Sabtu (16/8/25) siang.

Editor : Investigasi Mabes
Sumber : Tim buru berita
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini