Menjemput Fajar Nagari 7 Oktober, Menjaga Marwah Pilwana Solok Selatan. Oleh: Eka Puji Lestari, M.Pd (Dosen Widyaswara Indonesia)

Menjemput Fajar Nagari 7 Oktober, Menjaga Marwah Pilwana Solok Selatan. Oleh: Eka Puji Lestari, M.Pd (Dosen Widyaswara Indonesia)
Menjemput Fajar Nagari 7 Oktober, Menjaga Marwah Pilwana Solok Selatan. Oleh: Eka Puji Lestari, M.Pd (Dosen Widyaswara Indonesia)

Alim Ulama menjadi penuntun akhlak.

Cadiak Pandai menjadi penyebar pencerahan.

Bundo Kanduang menjadi perekat keluarga.

Dan Parik Paga Nagari menjadi benteng yang menjaga persatuan hingga pesta demokrasi benar-benar usai.

Karena sesungguhnya, nagari yang kuat bukan hanya ditentukan oleh siapa yang menjadi wali nagari, tetapi oleh masyarakat yang mampu menjaga adat, memelihara persaudaraan, dan bergotong royong setelah seluruh suara selesai dihitung.

"Nan tuo dihormati, nan ketek disayangi, samo gadang baok bakawan."

Itulah wajah demokrasi nagari yang sesungguhnya: memilih dengan hati nurani, menerima dengan lapang dada, lalu kembali membangun kampung halaman bersama.

Editor : Investigasi Mabes
Bagikan

Berita Terkait
Terkini