Acara pembinaan tidak berhenti pada penyampaian materi sepihak, melainkan juga membuka ruang dialog interaktif. Dalam sesi ini, sejumlah perangkat desa menyampaikan kendala yang mereka hadapi di lapangan.
Beberapa masalah yang mencuat di antaranya adalah keterbatasan sumber daya manusia di desa, rendahnya pemahaman sebagian perangkat terhadap regulasi baru, serta masih adanya tumpang tindih dalam koordinasi dengan lembaga di tingkat kecamatan maupun kabupaten.
Camat Kedung Himawan Muttaqin menyambut baik keterbukaan tersebut. Menurutnya, masalah yang dihadapi di desa memang harus didiskusikan secara langsung agar ditemukan solusi bersama. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap menjadi fasilitator dan mediator jika ada persoalan yang membutuhkan pendampingan.
Kita semua bekerja untuk tujuan yang sama, yaitu mensejahterakan masyarakat. Jadi jangan ada jarak antara perangkat desa dengan pemerintah kecamatan. Jika ada masalah, mari kita bicarakan. Dengan komunikasi yang baik, insyaAllah semua bisa terselesaikan,” tegasnya.Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan lahir perangkat desa yang lebih profesional, disiplin, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Camat Kedung menekankan bahwa pelayanan publik di desa harus selalu mengedepankan prinsip cepat, tepat, dan transparan.
Editor : RedakturSumber : Team