Di sektor perkebunan, produksi tebu kristal tercatat sebesar 32.757 ton dan tebu tumbu sebesar 12.170 ton pada 2025. Meski terjadi sedikit penurunan produksi dibandingkan tahun sebelumnya, tingkat produktivitas kedua komoditas tersebut relatif stabil. Produksi tembakau juga terjaga dengan capaian 15.448 ton pada 2025.
Ia menyebutkan, peningkatan produksi pertanian di Kabupaten Rembang pada tahun 2025 ditopang oleh sejumlah faktor strategis yang saling berkaitan. Ketersediaan sarana produksi hingga dukungan kondisi alam menjadi elemen penting yang mendorong semangat petani dalam mengelola lahan pertanian secara optimal.
“Salah satu faktor yang kami yakini sangat menunjang peningkatan produksi adalah tersedianya pupuk dalam jumlah cukup dengan harga yang terjangkau. Selain itu, harga hasil panen juga relatif baik, sehingga petani semakin antusias untuk melakukan penanaman,” ungkapnya.
Dikatakannya, dukungan terhadap sektor pertanian tidak hanya berhenti pada aspek input produksi, tetapi juga diperkuat melalui penyediaan infrastruktur pendukung. Berbagai upaya dilakukan pemerintah daerah, mulai dari kegiatan irigasi perpompaan (irpom), perbaikan jaringan irigasi, hingga pemberian bantuan sumur pertanian di sejumlah wilayah.“Di samping itu, secara kondisi cuaca, tahun 2025 di Kabupaten Rembang juga relatif menjanjikan bagi sektor pertanian,” tambahnya.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim