Dosen Pembimbing Lapangan, Muhammad Hasnin, S.E., M.E., yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Biro Ternate pada media online Investigasimabes.com, menjelaskan bahwa KKN Tematik Literasi merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi.
«"Literasi merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan. Oleh karena itu, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai fasilitator pembelajaran, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan inovasi pembelajaran di tengah masyarakat. Melalui kegiatan menulis cerita berbasis isi buku dan pengenalan huruf abjad, kami berharap anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan membaca yang baik, tetapi juga mampu memahami isi bacaan, menuangkan gagasan dalam bentuk tulisan, serta memiliki karakter gemar belajar sejak usia dini. Program KKN Tematik Literasi yang diinisiasi oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi nasional melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat," ujar Muhammad Hasnin.»
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan literasi memerlukan sinergi antara Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, perguruan tinggi, pemerintah daerah, sekolah, keluarga, media massa, dan masyarakat. Menurutnya, kolaborasi tersebut menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem literasi yang berkelanjutan sehingga mampu melahirkan generasi yang memiliki kemampuan berpikir kritis, kreatif, serta adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, Koordinator Lapangan Fitri Harun menyampaikan bahwa antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan menunjukkan tingginya minat anak-anak terhadap pembelajaran literasi apabila disampaikan melalui metode yang menyenangkan dan partisipatif.«"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi anak-anak sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca dan menulis sejak usia dini. Program ini juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu pengetahuan secara langsung kepada masyarakat," ungkap Fitri Harun.»
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim