Kementan-Unhas Perkuat Ekosistem ALOPE UNHAS-1 Menuju Kemandirian Bibit Unggas Lokal

Kementan-Unhas Perkuat Ekosistem ALOPE UNHAS-1 Menuju Kemandirian Bibit Unggas Lokal
Kementan-Unhas Perkuat Ekosistem ALOPE UNHAS-1 Menuju Kemandirian Bibit Unggas Lokal

Dalam sesi diskusi, Hary Suhada menjelaskan bahwa ayam lokal memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai sumber diversifikasi protein hewani, tetapi juga dalam menjaga kelestarian sumber daya genetik ternak Indonesia. Berdasarkan data tahun 2025, populasi ayam lokal mencapai 171,09 juta ekor dengan produksi daging sebesar 211,24 ribu ton atau sekitar 4,69 persen dari total produksi daging ayam nasional.

Hary menjelaskan, ALOPE UNHAS-1 telah resmi dilepas sebagai galur ayam lokal pedaging unggul melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 838/Kpts/HK.150/M/09/2025. Ayam ini mampu mencapai bobot sekitar 1 kilogram pada umur 60 hari. Ke depan, pengembangannya diarahkan untuk menghasilkan pertumbuhan yang lebih cepat tanpa mengurangi aspek kesehatan, kualitas karkas, maupun efisiensi usaha.

Menurut Hary, Kementerian Pertanian terus mendorong pengembangan ALOPE UNHAS-1 melalui penguatan ekosistem usaha dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, pakan, layanan kesehatan hewan, budidaya, hingga pengolahan dan pemasaran. Sulawesi Selatan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi kawasan percontohan sebelum model pengembangannya direplikasi ke berbagai daerah di Indonesia.

"Pengembangan ALOPE UNHAS-1 merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian bibit unggas lokal. Kementerian Pertanian akan terus mengawal pengembangannya melalui penguatan sistem pembibitan, penerapan standar mutu, kemitraan dengan berbagai pihak, hingga hilirisasi. Dengan kolaborasi yang kuat, kami optimistis ALOPE UNHAS-1 dapat menjadi salah satu pengungkit peningkatan produksi ayam lokal nasional sekaligus membuka peluang usaha yang lebih luas bagi peternak," tegas Hary.

Melalui FGD ini, para peserta diharapkan dapat merumuskan langkah tindak lanjut pengembangan ALOPE UNHAS-1, mulai dari target produksi bibit, tata kelola pembibitan, penerapan teknologi budidaya, penguatan model kemitraan, hilirisasi, hingga strategi pemasaran. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan peternak diharapkan mampu mempercepat terwujudnya kemandirian bibit ayam lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak Indonesia.

Editor : Redaktur
Sumber : Team
Bagikan

Berita Terkait
Terkini