Keputusan menutup rapat semakin menimbulkan kecurigaan, karena RDP dihelat tepat untuk menindaklanjuti temuan serius di lapangan:
- Kualitas material buruk: Batako sangat rapuh, diduga dicampur lumpur dan diproduksi sembarangan di lokasi
- Pembangunan tidak sesuai spesifikasi: Kedalaman pondasi tidak sesuai rencana, sejumlah bangunan mulai miring
- Dugaan selisih anggaran: Mandor lapangan mengaku biaya bangun per unit hanya Rp55 juta, padahal anggaran pemerintah pusat mencapai Rp60 juta per unitHendriko menambahkan, penutupan rapat tanpa alasan sah justru memperkuat dugaan ada hal yang ingin disembunyikan,
Editor : RedakturSumber : Team