BNUI Sulut juga mengimbau masyarakat, termasuk mahasiswa dan warga asal Papua yang berada di Sulawesi Utara, untuk tidak mudah terprovokasi serta tetap menjaga hubungan persaudaraan dan keharmonisan antarmasyarakat.
Menurut BNUI, momentum 30 September sebaiknya tidak menjadi pemicu konflik di tengah masyarakat. Perbedaan pandangan mengenai sejarah maupun isu politik harus ditempatkan dalam ruang dialog yang damai dan konstitusional.
“Sulawesi Utara adalah rumah bersama. Mari kita jaga persaudaraan, toleransi dan keamanan. Jangan sampai perbedaan pandangan berubah menjadi konflik di tengah masyarakat,” kata Stenly.
BNUI Sulawesi Utara menyatakan siap berkoordinasi dengan aparat keamanan dan seluruh pihak terkait untuk menjaga agar kegiatan masyarakat dapat berlangsung secara tertib, damai dan tidak mengganggu kepentingan masyarakat umum. (Red). Editor : Investigasi MabesSumber : Tim