Logika preman pasar itu sederhana: kalau kas kosong, palak saja yang paling lemah dan paling mudah dipalak. Warteg tidak punya kuasa hukum, tidak punya lobi di DPR. Salon tidak punya beking tambang.
Tukang cukur tidak bisa mengancam cabut investasi. Maka mereka yang paling gampang dikejar.
Ini bukan kebijakan fiskal. Ini adalah kemalasan intelektual.
Seorang pemimpin dengan pikiran negarawan seharusnya bertanya: Kenapa rasio penerimaan negara kita cuma 12%?Bukan karena warteg tidak bayar pajak. Tapi karena *Harta Karun yang menguasai hajat hidup orang banyak justru tidak dikuasai negara.*