Kabag SDM Polres Grobogan Kompol Lamsir menyampaikan, bahwa kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Polri terhadap dampak psikologis yang dialami anak-anak setelah kejadian tragis tersebut. Ia menekankan bahwa penanganan pasca kejadian tidak cukup hanya dari sisi hukum, tetapi juga perlu menyentuh sisi kemanusiaan dan pemulihan mental.
“Tujuan dari pelaksanaan trauma healing ini, untuk memberikan motivasi dan dorongan pada anak-anak SMP N 1 Geyer setelah adanya kejadian yang menyebabkan meninggalnya salah satu siswa, sehingga anak-anak bisa kita satukan untuk menjadi satu sahabat, saudara dan satu keluarga besar,” ujar Kabag SDM Polres Grobogan.
Selain kegiatan trauma healing, Polres Grobogan juga memberikan edukasi kepada siswa mengenai bahaya bullying, baik secara fisik, verbal, maupun psikologis.
Para siswa diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar, saling menjaga, serta berani melapor jika melihat atau mengalami tindakan perundungan di sekolah.Polres Grobogan menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penanganan kasus tersebut secara transparan dan profesional, serta mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan bebas dari kekerasan.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim