InvestigasiMabes.com l Saumlaki – Program pelatihan calon tenaga kerja lokal yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja BPI (LPK-BPI) sejak 13 Mei 2026 dalam rangka menyambut pengembangan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela kini menjadi sorotan publik.
Program tersebut memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat, terutama menyangkut dugaan belum adanya kerja sama resmi atau nota kesepahaman (MoU) antara LPK-BPI dengan INPEX Masela Ltd., selaku operator pengembangan Lapangan Abadi Blok Masela.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 3.717 data calon peserta yang berasal dari putra-putri Kabupaten Kepulauan Tanimbar disebut telah diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar kepada pihak penyelenggara. Namun hingga kini, para pendaftar mengaku belum memperoleh kepastian mengenai proses seleksi, penetapan peserta, maupun jadwal pelaksanaan pelatihan yang dijanjikan.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Pasalnya, pelatihan tersebut sejak awal dipersepsikan berkaitan dengan kebutuhan tenaga kerja proyek Blok Masela. Di sisi lain, hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat penjelasan resmi yang dapat memastikan apakah program tersebut memang dilaksanakan berdasarkan kerja sama yang sah dengan pihak INPEX atau merupakan inisiatif mandiri dari LPK-BPI.Seorang calon peserta yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengungkapkan bahwa dirinya telah mengeluarkan biaya administrasi yang menurut pengakuannya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta selama mengikuti proses pendaftaran. Ia berharap seluruh peserta memperoleh kejelasan mengenai kelanjutan program tersebut agar pengorbanan waktu, tenaga, dan biaya yang telah dikeluarkan tidak berakhir tanpa kepastian.
Editor : Investigasi MabesSumber : Tim