Pertama, aspek normatif
Secara normatif, putusan MK telah dilaksanakan dengan mengubah pemaknaan Pasal 132 ayat (1) UU Peratun.
Mahkamah Agung kemudian memberikan pedoman melalui SEMA Nomor 2 Tahun 2024.
Kedua, aspek kelembagaanSecara kelembagaan, terdapat respons dari Mahkamah Agung melalui Rumusan Kamar TUN. Ini menunjukkan adanya proses adaptasi lembaga peradilan terhadap perubahan norma yang ditetapkan MK.